Baa, Rabu 15 Pebruari 2017 – Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM menanam pilar tapal batas antara nusak Renggou dan nusak Oepao , dalam peletakan tapal batas antara dua nusak tersebut diikat dengan kesepakatan adat berupa papadak/hoholok di desa Hundihopo Kecamatan Rote Timur.

Dalam menyelamatkan ekosistem yang ada di laut Sawu demi kelangsungan hidup anak cucu, maka Bupati Rote Ndao pada kesempatan itu mengajak masyarakat nusak Renggou dan Oepao untuk taat asas dalam melestarikan ekosistem laut dalam habitatnya demi kesejahteraan kita semua dengan tidak menggunakan bom ikan, potas dan pukat harimau.

Lanjut Bupati bahwa pemerintah saat ini, memberikan jalan keluar kepada masyarakat dengan memberikan 150 kapal penangkap ikan kepada nelayan Rote Ndao dalam tahun 2017-2019, dan perlahan-lahan akan diberikan alat penangkap ikan serta pelatihan kepada nelayan dalam pengoperasian peralatan itu,supaya dapat menangkap ikan untuk keperluan keperluan konsumsi sendiri maupun untuk ekspor.

“kalau 150 kapal ini dibagi ke sentral produksi ikan maka saya yakin nelayan bisa menjangkau perairan lebih dari 4 mil karena syarat minimal adalah 3 GT, untuk itu masyarakat dibutuhkan kerjasama masyarakat dengan pemerintah sehingga kegiatan ini dapat terlaksana” kata Bupati

Bupati dalam mengakhiri sambutannya mengajak masyarakat, agar menaati asas/aturan yang telah disepakati bersama, karena apa yang baru saja dilakukan dalam haholok ini adalah merupakan peradaban masyarakat Rote Ndao yang tertinggi dalam bentuk darah sehingga jauh lebih kuat dan sejajar dengan aturan normatif. (diskominforn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017