Rote Ndao   – Dalam rangka mencegah berkembangnya radikalisme dan terorisme, maka Kesbangpol Provinsi NTT menggelar dialog dalam rangka pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme  dengan thema : sinergitas pemerintah dan masyarakat dalam rangka pencegahan penyebaran  bahaya radikalisme dan terorisme di kabupaten Rote Ndao,  dilaksanakan di Aula Koperasi Sehati, Baa, Rabu  (25/04). Acara ini diikuti oleh sebanyak 50 orang yaitu TNI/Polri, Lurah dan kepala desa, tokoh agama,tokoh adat, tokoh pemuda dan perempuan dan ormas.

Narasumber dalam kegiatan ini menghadirkan Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM, Kaban Kesbangpol Provinsi NTT, Dra. Sisilia Sona, Tokoh agama kristen oleh KMK yaitu Pdt. Benyamin Zacharias, SmTh.

Ada 3 pemateri  yaitu Bapak Bupati dengan judul Peran Pemda dalam menjaga stabilitas  Nasional di wilayah Rote. Dan pemateri kedua yang di bawakan langsung oleh  Kaban Kesbangpol Provinsi dengan judul penanganan bahaya radikalisme dan terorisme, dan pemateri ketiga Pdt. Benyamin Zacharias, SmTh. Dalam materi kedua, Kaban Kesbangpol  Provinsi menyampaikan untuk mencegah paham radikalisme dan teroris yaitu sosialisasi di mulai dari keluarga yang fondasinya kuat dalam agama, jadilah keluarga yang 100% agama, 100 % cinta indonesia, 100% cinta Tuhan.  Ia juga menyampaikan bahwa salah satu penyebabnya adalah ketika kita mulai memberikan peluang bagi mereka, saat inilah kita lupa atas segalanya. Di provinsi NTT TNI/Polri juga tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat peduli  dalam mencegah tumbuh suburnya penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Oleh karenanya diperlukan kekompakan seluruh elemen masyarakat dalam mencegahnya kedua paham ini secara terpadu dan integrasi oleh seluruh pihak.

Senada yang disampaikan oleh Kaban kesbangpol Provinsi NTT,  Ketua Majelis Klasis Lobalain, Pdt. Benyamin Zacharias, SmTh dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu momentum dalam menyatukan persepsi dan pandangan seluruh masyarakat agar dapat mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme di tengah – tengah masyarakat. Dari segi agama kami mensosialisasikan melalui mimbar- mimbar dan sosialisasi dan juga bekerja sama dengan TNI/Polri dan masyarakat untuk menerima informasi dan bersama -sama mencari solusinya.

“Pencegahan harus dimulai dari unsur terkecil yakni keluarga, lingkungan sekitar lalu kemudian masyarakat. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan perlu kita miliki dalam menanggulangi terorisme, siap dalam artian kita harus memperkuat iman percaya kita karena  terorisme bukan hanya sekedar masalah teror dan penyerangan yang dilakukan namun lebih kepada pemahaman mengenai ideologi dan pemahaman agama”, jelas Pdt. Benyamin Zacharias.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan ada 6 penanya dari profesi yang berbeda yaitu penanya pertama dari lurah Mokdale, TNI, Pendeta dan tokoh pemuda. memberikan saran berkaitan dengan antisipasi 1. Perlu adanya soalisasi atau pemahaman dari orang tua untuk menanamkan cinta tanah air, 2. Perlu adanya sosialisasi ke sekolah pengaruh radikalisme, 3. Kesbangpol harusnya  mendata semua organisasi supaya jelas apa saja kegiatan mereka. Pertanyaan dari penanya yang di jawab langsung oleh Dra. Sisilia Sona dan Pdt. Benyamin selaku Tokoh Agama

“Tingkatkan pendidikan agama mulai dari keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitar dan keterlibatan perintah daerah dan lembaga keagamaan, tokoh masyarakat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penyebaran paham ini”, jelas  Sisilia Sona. (dina/diskominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017