Kompleks kuburan Raja

Kompleks kuburan Raja Kerajaan Keempat ini di bangun menghadap kelaut timor ( oli dale dalam bahasa Lole ).Dan disinilah merupakan tempat peristirahatan terakhir 2 Raja Lole ; Raja keempat yang bernama KILA PELO ( dengan nama baptis Danial Petrus Zacharias) dan anak keduanya yang menjadi Raja Lole dengan nama PAU KILA (nama baptis Paulus Semuel Zacharis).

Cerita sejarah kuburan-kubuuran ini diingatnya melalui tutur kata saja dari generasi kegenerasi oleh masyarakat Bebalain. Menurut keluarga Zacharias ada beberapa catatan sejarah dalam bahasa Belanda dan satu buah buku yang salinannya sangat sulit ditemukan. Dan buku ini di pegang oleh salah satu keluarga dikupang (yang memegang sejarah keluarga Zacharias).Zacharias adalah marga dari turunan Raja.

Dikompleks kuburan Raja ada beberapa kuburan juga yakni kuburan Raja dan keluarga ada juga kuburan pembantu, pengawal Raja, namun adapun pembatas antara kuburan raja dan kuburan pembantu dan pengawal dengan menggunakan batu.

Kuburan ini dibuat dengan batu nisan disebelah barat dan badan kubur disebelah Timur. Tingginya dibuat berdasarkan status dimana kuburan tertinggi adalah kuburan Raja( KILA PELO dan PAU KILA). Ada 7 kuburan yang masih bisa terlihat jelas,dan ada beberapa yang sudah runtuh akibat serangan alam. Batu-batu pembatas kuburan keluarga Raja dan pembantu serta pengawal tidak tampak tarlalu jelas dan hampir rata dengan tanah.

Berdasarkan keterangan dari Paulus Zacharias (anggota keluarga Zacharias) pada akhir Tahun 2012 kompleks kuburan ini dibersihkan guna menyambut hari Natal tiba. Dalam tradisi orang Rote, acara pembersihan kuburan seperti ini akan dirangkai dengan peletakan sirih pinang dan Tabur Bunga. sebagai tanda mengenang kembali atau memberi ucapan selamat kepada orang yang kita cintai.

Dan pada saat sekarang masyarakat Bebalain kurang begitu peduli dengan kedaan kompleks kuburan ini karena waktu mereka sangat terbatas, semuanya sibuk bekerja dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup “ ini kuburan sekarang sonde terurus lagi, kerena katong semua sibuk dengan kerja” ujar Paulus Zacharis. “katong sonde ada uang untuk buat ini kuburan” LanjutPaulus. rif@pde15

 Bukit Mando’o

Dipulau Rote salah satu obyek wisata terkenal yaitu Bukit Mando’o dan juga merupakan wisata kebanggan suku Lole. Apabila kita berdiri dipuncak Mando’o kita dapat melihat pesona kawasan pantai dan permukiman Desa Kuli yang eksotis. Hamparan laut yang bernuansa biru dan hijau menyatu dengan pohon bakau yang rimbun. Diarah utara kita juga dapat melihat bukit yang menjulang keatas yang diselimuti dengan pohon-pohon yang begitu indah. Untuk menuju bukit kita harus melewati anak tangga yang jumlahnya 388. Inilah yang menyebabkan Bukit Mando’o lebih dikenal dengan sebutan Tangga 300.

Selain dengan pesonanya alamnya yang begitu indah bukit Mando’o juga memiliki sejarah, dimana pada zaman dahulu Raja Lole pernah mendiami bukit Mando’o dan membangun kerajaan diatas bukit tersebut. ”dahulu raja lole pernah tinggal diatas”  keterangan dari om BILI penjaga Bukit Mando’o.rif@pde15

Pantai Dombo

Pantai Dombo atau biasa disebut (pantai salaek dale) berada di Desa kuli kecamatan Lobalain. Pantai ini menyajikan air yang tenang dengan pasir putih serta rimbunan pohon- pohon dan hutan bakau yang indah. Disebelah Pantai Dombo (pantai Salaek Dale) ada juga lapangan bola yang setiap sore pemuda-pemuda menggunakan waktu berolahraga. Dari Pantai Dombo (pantai Salaek Dale) sekitar 2 kilo meter dapat dilihat puncak Mando’o karena pantai tersebut dibawah Bukit Mando’o. Dan untuk tiba di Pantai Dombo (Pantai Salaek Dale) pengunjung harus melewati jalan Bukit Mando’o karena searah.rif@pde15

Tanjung Nggolo (Tanjung pole)

Tanjung Nggolo (Tanjung pole) yang terletak di Desa Dodaek, kecamatan Rote Selatan Merupakan tempat wisata terselatan pulau Rote dan titik terseletan Indonesia. Tempat ini memiliki keunikan pantai yang begitu indah dan daratan yang luas serta pohon-pohon yang rimbun. Tidak kalah pentingnyaTanjung nggolo (Tanjung Pole) juga memiliki cerita sejarah “dimana pada zaman dahulu ada sebuah kapal layar terdampar di area Tanjung tersebut dan tidak dapat kembali ketempat asal.

Mereka lalu mendirikan Rumah diatas karang dan mendiami pantai itu. Bulan berganti bulan serta tahun berganti tahun mereka tetap berada ditempat itu dan pada akhirnya kapal yang mereka tumpangi yang dulunya terbuat dari kayu kini menjadi Batu hingga sekarang. Dan pada saat ini tempat tersebut sudah tidak berpenghuni “sekilas wawancara dengan salah seorang tokoh masyarakat yakni Daud Huan.

Dan dilanjutkan oleh pj.kepala desa beliau menjelaskan bahwa pada tanggal 07 Oktober 1992 TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat membuat titik terselatan Indonesia berupa sebuah pilar, yang mana bahan-bahannya diangkut oleh Helikopter dari atas kapal yang berada ditengah Laut. Demikian penjelasan singkat dari pj.Kepala Desa dodaek . Taf Tinus Taek.rif@pde15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017