Dewasa ini penyakit frambusia yang disebabkan oleh bakteri dan ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita masih masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini memang tidak menyebabkan kematian tapi dapat menyebabkan kecacatan tetap pada tubuh jika tidak ditangani dengan cepat. Karena itu sejak tahun 2012 WHO telah menargetkan untuk eradikasi frambusia dunia dan telah menerbitkan peta jalan tentang penyakit tropis terabaikan.

 Menindaklanjuti hal ini maka pemerintah Indonesia melalui kementerian kesehatan mengeluarkan peta jalan pemberantasan penyakit frambusia menuju eradikasi dan Permenkes No 8 Tahun 2017 tentang eradikasi frambusia di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Bupati Rote, Leonard Haning dalam sambutannya yg dibacakan Sekretaris Daerah, Jonas M Selly saat membuka acara advokasi sosialisasi dan pelaksanaan evaluasi frambusia di kabupaten Rote Ndao di auditorium Tii Langga komplek Perkantoran Bumi Tii Langga Permai, rabu ( 11/10 )

Lebih lanjut dikatakan Sekda Jonas, sesuai hasil survey pada tahun 2015 kasus frambusia terbanyak masih ditemukan di wilayah timur Indonesia yaitu, 3.379 kasus. Namun demikian sejak tahun 2013-2015 hanya terdapat 3 kasus frambusia di kabupaten Rote Ndao.

Sekda Jonas menambahkan, dalam upaya mencapai target eradikasi frambusia pada tahun 2019 dibutuhkan dukungan dan komitmen yang kuat dari seluruh sector terkait disetiap level pemerintahan  baik nasional, provinsi maupun kabupaten.

“ saya mengajak semua pihak terkait baik lintas program maupun lintas sector supaya bersama-sama mendukung penyelenggaraan upaya eradikasi frambusia terutama pada kegiatan survey serologi frambusia untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi penularan frambusia di wilayah kabupaten Rote Ndao,” tandas Jonas.

Sementara itu, ketua panitia sosialisasi, Petrus Louwen dalam laporannya mengatakan tujuan dari kegaiatan tersebut adalah memberikan informasi tentang penyakit frambusia serta kebijakan program untuk mencapai eradikasi frambusia pada tahun 2019 kepada lintas sector, lintas program, camat, kepala puskesmas dan petugas puskesmas.

Menurutnya, peserta ditargetkan berjumlah 70 orang dengan rincian 2 orang narasumber dari Subdit Kusta dan Frambusia Kemenkes RI, 1 orang dari Dinas Kesehatan Provinsi, 10 orang camat,  4 orang lintas sector , 22 orang lintas program dan 24 orang dari 12 puskesmas.

“ Kegiatan ini didanai dari DIPA APBN Satker Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung tahun 2017 dan berlangsun selama 2 hari, hari ini dan besok,” kata Petrus.  ( Umum Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rote Ndao )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017