Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Republik Indonesia, Prof.Dr.Sry Adiningsih.M.Sc.P.Hd didampingi Muhammad Islam, Benard B.Manoe, Caroline H.Manik, Gigi Tri Yuwono dan Rosa Kristiadi berkunjung ke Rote Ndao dalam rangka meninjau dan melihat dari dekat pembangunan perdesaan, daerah tertinggal dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kabupaten Rote Ndao. Sesuai jadwal, kunjungan kerja ketua watimpres, Prof.Dr.Sry Adiningsih.M.Sc.P.Hd dan rombongan selama berada di kabupaten Rote Ndao ini berkunjung ke kecamatan Landu Leko, Kecamatan Rote Selatan dan kecamatan Rote Barat dan berlangsung selama empat hari yakni dari 11 s/d 14 juni 2017.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan inilah bahwa pemerintah pusat sedang mengerjakan suatu kajian tentang bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu harus di gerakan mulai dari perdesaan  dan daerah tertinggal untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan masyarakat khususnya pariwisata berbasis masyarakat.oleh karena itu, seiring dengan program pemerintah dalam dua tahun ini, dimana pemerintah sendiri ingin fokus pada peningkatan pembangunan daerah perbatasan dan tertinggal lewat berbagai usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masrakyat dan memanfaatkan dana desa serta pariwisata harus  dilaksanakan dengan baik karena ada daerah-daerah tertentu yang belum memanfaatkan dana desa dan pariwisata dengan baik padahal ada peningkatan dana desa, ada juga BUMDes yang tidak mengalami kemajuan padahal memanfaatkan dana desa sehingga melihat dari pengalaman ini di berbagai daerah, pemerintah harus bijak melihat dalam pengelolaan dana desa, BUMDes dan pariwisata untuk melihat dan mampu menciptaan lapangan  pekerjaan yang cukup memakmurkan masyarakat di daerah ini.

Oleh karena itu, daerah kabupaten Rote Ndao sebagai titik nol bagian selatan NKRI ini tidak bisa dipungkiri bahwa mempunyai nilai jual yang sangat tinggi apabila dipromosikan dan dikemas menjadi sebuah paket wisata yang menarik karena selain titik nol daerah ini kaya dengan tempat yang indah seperti pulau Mulut Seribu dan wisata lainnya sehingga ini menjadi sebuah tujuan wisata yang sangat strategis bagi Indonesia. Demekian dikatakan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ketika meninjau tempat wisata Pantai Tolanamon di desa Inaoe, kecamatan Rote Selatan, kabupaten Rote Ndao, senin (12/06) petang.

Menurutnya, dengan adanya perhatian pemerintah dalam dua tahun ini untuk meningkatkan dana desa, kiranya hal ini benar benar dapat dimanfaatkan dengan baik dan secara optimal sehingga pembangunan didaerah lebih nampak hasilnya dan khusus pengembangan BUMDes dan pariwisata yang baru mulai  berjalan ini juga harus dikelolah dengan baik dengan cara membangun dan menata infrastruktur untuk perkembangan kemajuan di daerah ini. paling tidak,  BUMDes yang mengelolah daerah daerah wisata mampu menunjukan hasil yang luar biasa.

Oleh karena itu, lanjutnya, harapan pemerintah pusat adalah dengan meningkatnya dana desa, tujuannya pemanfaatannya memang banyak namun tujuan untuk pengelolaan dan promosi tempat pariwisata harus serius dikembangkan selain dengan anggaran tetapi bisa juga berbasis masyarakat itu biasanya lahir dari generasi muda, karang taruna, kelompok sadar wisata untuk membantu media massa dalam mempromosikan tempat wisata ini namun untuk kelompok karang taruna dan sadar wisata yang telah dibentuk harus dikoordinasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait sehingga perlu diadakan pelatihan sehingga promosi pariwisata dapat berjalan baik dan tepat sasaran, oleh karena itu, anak-anak sebagai masa depan bangsa harus ditantang untuk menunjukan usaha dan kreatifitasnya dengan media yang sudah tersedia lewat pengalaman dan searching di internet untuk menambah penghasilan masyarakat. Mari kita memulainya dengan hal kecil mulai dari sebuah tulisan contoh “titik nol selatan NKRI”,rumah pohon, hutan mangrove dan miniatur lainnya yang bertujuan untuk mengajak para wisatawan datang berkunjung ke daerah ini sehingga potensi yang ada perlu digali untuk daerah ini berkembang lebih baik.

“perlu koordinasi dan kerjasama antara pemerintah desa dan SKPD teknis dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk diadakan pelatihan pelatihan dan membentuk kelompok sadar wisata, karang taruna dan lainnya untuk membantu dan aktif mempromosikan daerah daerah tujuan wisata penting selain pantai yang ada di Rote Ndao. mudah mudahan  BUMDes  dan pariwisata cepat tumbuh dan berkembang karena saya yakin kedepannya Rote Ndao ini akan menjadi tempat destinasi yang cukup terkenal di dunia” kata Adiningsih.

Sementara itu, bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning.MM menjelaskan bahwa pemerintah dan masyarakat kabupaten Rote Ndao mengucapkan selamat datang kepada ketua Watimpres dan rombongan yang telah bersedia mengunjungi daerah titik selatan NKRI ini untuk melihat langsung potensi dan kelebihan- kekurangan didaerah untuk dilaporkan kepada bapak presiden sebagai suatu pertimbangan dan akan menjadi prioritas pemerintah pusat oleh karena itu harapannya adalah potensi prioritas laut dan prioritas darat yang menjadi pertimbangan ini akan ditindaklanjuti terutama di bidang pengembangan pariwisata, BUMDes dan hal lainnya yang disampaikan langsung masyarakat di lapangan namun demekian tidak semuanya usulan masyarakat tidak menjadi porsi  pemerintah pusat tetapi ada juga porsi pemerintah daerah dalam melangkah kedepannya sehingga program apa yang akan dikembangkan perlu disampaikan juga ke pemerintah daerah agar tidak salah sasaran.

Terpisah Kepala Desa Inaoe, Ferdinan Siokain dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa desain dan tindak lanjut pembangunan wisata pantai Tolanamon kedepannya akan dilaksanakan secara bertahap karena terkendala anggaran dan untuk sementara pembangunan di kawasan ini masih menggunakan anggaran dana desa berupa penyertaan modal adalah seratus juta rupiah dan site plan akan diluncurkan sudah ada dan kedepannya akan diselesaikan secara bertahap sehingga dapat menjawab  harapan kita semua yakni adanya kunjungan wisatawan yang bisa menikmati Pantai Tolanamon yang sejuk dan  indah seperti didaerah wisata lainnya.

Kendala yang kami hadapi saat ini adalah ketika pengunjung yang melakukan wisata ke lokasi ini tidak bisa diupload ke media karena terkendala jaringan sehingga pengunjung masih butuh waktu lama untuk mencapai lokasi tertentu baru dimediakan, entah lewat sosmed, facebook, instagram dan lainnya sehingga hal inipun perlu dipertimbangkan bersama, dan atas dasar ini pula kami atas nama masyarakat desa Inaoe mengajukan sebuah proposal kepada pemerintah pusat sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan wisata pantai Tolanamon kedepannya, sekirannya apa yang menjadi harapan masyarakat ini, disampaikan kepada  presiden untuk ditindaklanjuti kepada menteri parawisata untuk menjawab semua apa yang menjadi harapan kita semua sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat kenyataan.(humas-rn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017