Minggu, 26 Mei 2013 Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao
     Home      Peta Situs      Buku Tamu      WebMail      Pengaduan      FAQ      Kontak
Menu
Profil
Pemerintahan Eksekutif
Pemerintahan Legislatif
Potensi Daerah
Fasilitas Daerah
Rote Ndao Dalam Angka
Layanan Masyarakat
Berita
Budaya Masyarakat
Galeri Bisnis
Iklan Baris
Links Situs
Pariwisata
Produk Hukum
Video
Agenda Kegiatan
JADWAL KEGIATAN SAIL KOMODO 2013
Pelantikan Dewan Pengurus Daerah KNPI Rote Ndao Periode 2012 – 2015
Jadwal Nikah Masal
Best View
Untuk tampilan terbaik, gunakan browser Mozilla Firefox dan resolusi layar
1024 x 768 pixels.

download
Serba Serbi
Berita Lelang
Telepon Penting
Petunjuk Daerah/Kota
Bursa Kerja
Kirim Surat
Pengaduan

Search
  


Language
           Berita Provinsi
Pemprov Beberkan Empat Tekad Sukses
Rabu, 13 Juli 2011, 09:00 WIB

Kupang,
Tekad Pemerintah Provinsi NTT untuk menjadikan NTT sebagai provinsi jagung, provinsi ternak, provinsi koperasi dan provinsi cendana, rupanya tak muluk-muluk.

Selasa (12/7) kemarin, dalam Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTT saat Pembukaan Sidang I Tahun Anggaran 2011, Gubernur membeberkan keberhasilannya.

LKPJ yang dibacakan Wakil Gubernur Esthon Foenay itu, menyebutkan pengembangan jagung di NTT meningkat siginifikan. Jika pada 2008 luas areal yang ditanami jagung seluas 245.109 hektar, maka pada 2009 meningkat menjadi 268.472 hektar dan 2010 seluas 294.105 hektar.

Dari luas lahan yang ditanam tersebut, hasilnya, menurut gubernur, yakni pada 2008 jumlah produksi sebanyak 588.158 ton, 2009 sebanyak 638.910 ton, dan pada 2010 sebanyak 653.619 ton atau meningkat 2,30 persen. "Untuk meningkatkan produksi dan produktifitas jagung tahun 2011, telah dilakukan upaya pelatihan kepada penyuluh serta detasering penyuluh untuk mendukung gerakan peningkatan produktifitas jagung di daerah sentra produksi," kata Wagub.

Selain itu, dilakukan pengembangan jagung komposit pada lahan seluas 7.000 hektar di 20 kabupaten, dengan luas panen 6.267 hektar dan total produksi 19.719 ton pipilan kering. Selain itu, dilakukan pengadaan sarana dan prasarana seperti traktor dan fasilitas lainnya.
Untuk tekad provinsi ternak, juga diklaim terjadi perkembangan signifikan. Disebutkan, kenaikan populasi ternak pada tahun 2000 yang merupakan hasil sensus sampai dengan tahun 2010 yakni, ternak sapi sebanyak 8,21 persen atau kenaikan rata-rata per tahun sebesar 1,97 persen, kerbau 7,37 persen, 7,21 persen, kambing 18,04 persen, domba 4,81 persen, babi 18,41 persen dan unggas dengan kenaikan rata-rata per tahun sebesar 2,15 persen. "Secara umum perkembangan populasi ternak di Provinsi NTT kenaikannya mencapai dua persen per tahun," kata Wagub.

Terkait tekad provinsi koperasi, Wagub menjelaskan, hingga saat ini jumlah koperasi di NTT mencapai 1.917 unit. Koperasi aktif sebanyak 1.599 unit dan koperasi tidak aktif sebanyak 318 unit. Bila dibanding tahun sebelumnya, jumlah koperasi aktif meningkat sebesar 200 unit sedangkan koperasi tidak aktif menurun 21 unit.

Disebutkan, sampai saat ini koperasi telah memberikan pelayanan kepada 496.883 orang atau meningkat 26.847 orang anggota pada tahun 2009 yang tersebar di 21 kabupaten/kota. Dari jumlah ini, koperasi dengan modal sendiri sebesar Rp486.363.293.452 atau meningkat sebesar Rp 157.640.193.452 dari tahun sebelumnya.

Sedangkan modal luar sebesar Rp 739.584.134.108 (47,96 persen) atau meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 418.383.554.108. "Sisa hasil usaha (SHU) pada tahun 2010 sebesar Rp 101.247.647.300 atau meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 48.462.027.300 atau 91,81 persen," kata Wagub Esthon Foenay. Sebelumnya, tepatnya, tanggal 28 Juli 2010, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menerima Pataka Paramadhana Utama dari Menteri Koperasi dan UMKM karena NTT berhasil mengembangkan koperasi.

Bagaimana dengan tekad provinsi cendana? Wagub menjelaskan, untuk menjadikan NTT sebagai provinsi cendana, dilakukan tiga bentuk kegiatan, yakni penyediaan bibit cendana, dengan rincian sebanyak 3.895 anakan melalui Bank Pohon dan persemaian bibit dan tanaman cendana sebanyak 125.000 anakan di kawasan hutan Fatukoa, Kota Kupang. Selanjutnya, dilakukan penanaman anak melalui pengembangan hutan rakyat pola agroforestri di Kabupaten Alor (10 hektar), Flores Timur (10 hektar), Sumba Tengah (10 hektar), Sabu Raijua (10 hektar) serta 6.600 anakan cendana di kawasan hutan Fatukoa, Kota Kupang.

Pemprov NTT juga melakukan pengembangan hutan tanaman cendana seluas 209 hektar dengan rincian, Kabupaten Alor 50 hektar, Flores Timur 40 hektar, TTS 40 persen, Sumba Timur 40 hektar, Belu 20 hektar dan TTU 19 hektar. Pemprov NTT juga melakukan pemeliharaan cendana di Kabupaten Flores Timur seluas 20 hektar serta dilakukan inventarisasi potensi cendana, orientasi dan observasi lokasi penanaman.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua DPRD NTT, Ibrahim A Medah, mengatakan penilaian DPRD NTT terhadap LKPJ Gubernur NTT difokuskan pada progress report dengan menilai hal-hal yang sudah dan belum dilaksanakan. "Dewan akan melakukan evaluasi secara efektif untuk mengetahui konerja kepala daerah dalam upaya pencapaian kesejahteraan masyarakat di daerah ini," tandas Medah yang dalam Pembukaan Sidang I 2011 kemarin didampingi Wakil Ketua DPRD NTT, Nelson Matara.

Dikatakan, DPRD NTT akan menilai LKPJ itu dan akan memberikan argumentasi sebagai masukan bagi pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. DPRD, kata Medah tidak melakukan penilaian secara apriori karena lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. Dan, DPRD berharap adanya sinkronisasi dalam perencanaan APBD 2010 dan APBD tahun anggaran 2011 agar tercipta kesinambungan dalam proses pembangunan.

Dalam pembukaan sidang kemarin, paripurna dewan juga resmi mengesahkan Kasintus Proklamasi Ebu Tho sebagai Wakil Ketua DPRD NTT sebagai Wakil Ketua DPRD NTT menggantikan almarhum Libret Semuel Foenay. Pembukaan sidang selain dihadiri Wakil Gubernur NTT, Esthin Foenay, turut hadir Sekretaris Daerah NTT, Fransiskus Salem, para kepala dinas/kantor/badan lingkup Pemerintah Provinsi NTT, PNS serta LSM dan pekerja media. Sidang masih dilanjutkan hingga 8 Agustus 2011.

[Timex]
Cetak Berita Kirim Berita News Index
Bupati Dan Wakil

Bupati

Wakil Bupati
Harga Bahan Pokok
blue band 2 kg : Rp 70.000
Asam biji : Rp 1.000
Asam bola : Rp 1.000
Ayam kampung : Rp 50.000
Ayam potong : Rp 25.000
Batu batako : Rp 3.000
Bawang merah : Rp 12.000
Bawang putih : Rp 20.000
Bendera bubuk 40 : Rp 28.000

Indeks
Perizinan
IMRI
UBP
IUP
SKM
Sertifikat Eksport
Surat Permohonan
Sertifikat Pembe
IMB
SIUJK
SIUP
Rekomendasi Ruang
SITU
TDP
ITPMB
TDI
Ijin Trayek
jenis-jenis perijina
Artikel Dan Riset
Tips Menghadapi Psikotes
Artikel Kesehatan : Macam-macam Penyakit Paru-paru
Keuangan : 4 Kesalahan dalam Mengatur Keuangan

Indeks
Galery Foto
Google Search
Visit Counter
 Online : 16
 Hari ini : 158
 Kemarin : 287
 Bulan ini : 9762
 Bln Kemarin : 13415
 Total : 470.467
Statistics
Pengelola
Kantor PAD dan PDE
Kabupaten Rote Ndao
Yahoo Messenger
1. Administrator
    

2. Humas Protokoler
    

3. PDE RN
    


Copyright © Kantor PAD dan PDE Kabupaten Rotendao

Komplek Perkantoran Bumi Ti'ilangga Permai - Ba'a
No.Telp:62380-871070,8032055   No.Fax:62380-871070
e-Mail: kpde@rotendao.go.id