|
| Best View |
Untuk tampilan terbaik, gunakan browser Mozilla Firefox dan resolusi layar 1024 x 768 pixels.
 |
|
|
|
| Berita Provinsi |
Gelar Deklarasi Pakai Ti’i Langga Terbanyak
|
Senin, 02 April 2012, 08:09 WIB
Kupang, REKOR BARU: GM Muri, Paulus Pangka bersama tokoh Porda, Daniel Adoe, Bernad Pelle, Yusuf Henukh usai penyerahan piagam rekor Muri di GOR Flobamora, Kupang, Sabtu (31/3). Prestasi membanggakan ditorehkan Persatuan Orang Rote Ndao (Porda). Saat mendeklarasikan organisasi orang Rote Ndao ini di Kupang, sebuah rekor berhasil diciptakan dan berhak atas piagam Museum Rekor Indonesia (MURI).
Rekor MURI baru yang berhasil dicatatkan PORDA NTT adalah pemakaian Ti'i Langga, topi khas/tradisional orang Rote Ndao terbanyak dalam deklarasi yang berlangsung di GOR Flobamora, Oepoi, Kupang, Sabtu (31/1).
Lebih kurang 10.000 warga Rote Ndao di Kupang hadir memadati GOR Flobamora lengkap dengan Ti'i Langga di kepala plus busana tradisional dari tenunan orang Rote Ndao.
Kemeriahan deklrasi Porda NTT yang baru saja terbentuk itu juga dihadiri Ketua DPRD NTT, Ibrahim Agustius Medah bersama isteri, Ny. Cory Medah, Walikota Kupang, Daniel Adoe bersama isteri, Ny. Welmintje Adoe- Benyamin, Wakil Walikota Kupang, Daniel Hurek bersama isteri, Ny. Viktoria Hurek, General Manejer (GM) Muri, Paulus Pangka, isteri Setya Novanto, Ny. Deasty Novanto, semua badan pengurus Porda dari perwakilan 19 nusak (kerajaan) di Rote Ndao, tokoh agama, tokoh masyarakat dan PNS, serta mahasiswa termasuk pelajar.
Kegiatan deklarasi Porda ini diawali dengan menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia Raya sekaligus penyerahan piagam rekor Muri kepada Walikota Kupang, Daniel Adoe, Ketua Porda, Bernad Pelle dan Ketua Panitia Deklarasi, Yusuf Leonard Henukh.
GM Muri, Paulus Pangka dalam sambutannya sebelum menyerahkan piagam rekor Muri mengatakan, orang Rote Ndao telah membuat warna tersendiri bagi bangsa ini. Semangat kekeluargaan, kata Paulus, telah ditunjukan Porda dengan menciptakan rekor Muri baru dengan pemakaian topi Ti’I Langga terbanyak.
“Pembuatan rekor muri baru ini dilakukan Porda saat bangsa ini tengah dihadapkan pada suasana rencana kenaikan BBM. Banyak warga yang memilih turun ke jalan tetapi segenap warga Porda justru membuat rekor Muri baru,” ujar Paulus.
Tiga piagam rekor Muri yang diserahkan Paulus itu untuk kategori Peduli Budaya yang diserahkan ke Daniel Adoe, kategori inisiator dan penanggungjawab Porda, Bernad Pelle serta kepada Ketua Panitia Deklarasi Porda karena telah mengakomodir dan mengerahkan orang Rote Ndao untuk mengenakan topi Ti’I Langga saat deklarasi.
Ketua Panitia Deklarasi, Yusuf Leonard Henukh dalam laporannya mengatakan, sebelum kegiatan deklarasi, beberapa kegiatan telah dilakukan Porda. Kegiatan itu berupa kegiatan sosial dan kemanusiaan, misalnya adalah pengobatan gratis dan donor darah. “Pengobatan gratis dipusatkan di beberapa wilayah kelurahan yang ada di Kota Kupang.
Sementara donor darah dilakukan dengan melibatkan tenaga medis dari PMI daerah NTT,” kata Yusuf. Ditegaskan, selama bertahun- tahun, orang Rote Ndao tidak pernah punya organisasi yang merangkul semua orang Rote diperantauan. Namun pada Sabtu (31/3) kemarin, lanjut Yusuf, orang Rote Ndao resmi mendeklarasikan sebuah wadah berkumpul yang dinamakan Porda.
Ny. Deasty Novanto pada kesempatan itu mengatakan, orang Rote Ndao telah bersatu untuk mempertahankan budayanya. Jika orang Rote Ndao bersatu, katanya, maka segala sesuatu dapat diselesaikan dengan baik. “Kegiatan- kegiatan sosial budaya harus terus dilakukan,” saran Deasty.
Dia juga memberikan apresiasi atas dilakukannya pengobatan gratis dan donor darah yang sudah dilakukan Porda. Menurut dia, apresiasi yang besar juga diberikan untuk Porda, karena telah berpihak pada dunia pendidikan yakni memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa yang ada di Kota Kupang.
Ketua Porda, Bernad Pelle pada kesempatan itu mengatakan orang Rote Ndao telah menciptakan rekor baru yakni penggunaan topi Ti’I Langga terbanyak di dunia. Sebanyak 10 ribu topi Ti’i Langga sudah dikenakan anggota Porda. “Topi Ti’i Langga adalah kebesaran orang Rote Ndao karena memang sering dikenakan dalam kegiatan sosial budaya. Budaya yang dimiliki harus tetap dipertahankan untuk anak cucu,” kata Bernad.
Dia mengharapkan agar penggunaan topi Ti’i Langga terus dikampanyekan dalam kegiatan apa saja. Dorongan yang besar, tegas Bernad, diberikan untuk semua anggota Porda agar kalau bisa orang Rote Ndao bisa bersatu seterusnya dalam Porda.
Porda, katanya adalah organisasi sosial dan tidak berbau politik. Kegiatan jangka pendek yang dilakukan Porda adalah melakukan konsolidasi organisasi. “Ditargetkan satu bulan kedepan pengurusan Porda ditingkat kelurahan sudah harus dibentuk. Sementara tahapan berikutnya adalah membentuk pengurusan Porda di tingkat kabupaten di NTT," kata mantan Wakil Bupati Rote ini.
Walikota Kupang, Daniel Adoe yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, semua organisasi kesukuan yang ada di Kota berperan dalam memajukan pembangunan. Orang Rote Ndao, tegas Adoe, harus menjadi pembawa damai untuk banyak orang. “Jika orang Rote Ndao bersatu sejak dulu maka dunia akan goncang. Hari ini (Kemarin Red) orang Rote Ndao sudah bersatu untuk membangun Kota Kupang, NTT dan Indonesia,” kata Adoe dengan nada tegas disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Ia juga berpesan, persatuan orang Rote Ndao bukan untuk membanggakan diri tetapi untuk persatuan semua warga yang ada di Kota Kupang. Dia juga menantang semua tokoh asal Rote Ndao untuk peduli terhadap dunia pendidikan dengan memberikan beasiswa untuk para pelajar. “Hanya orang pintar yang akan membangun Rote Ndao dan bukan orang bodok,” ujar Dan Adoe.
Deklarasi Porda ini diawali dengan ibadah syukur dipimpin Pdt. Venti Nalle- Sutrisno S.Th dengan pengkotbah Pdt. Emeritus Semuel Nity M.Th. Kegiatan pengukuhan badan pengurus Porda periode 2012/2016 ditandai dengan pengucapan ikrar Porda oleh semua pengurus. Setelah itu, dilanjutkan dengan penyerahan petaka dari deklarator Porda Pdt. Mes Dethan kepada Ketua Porda, Bernad Pelle.
Bukan hanya itu saja kegiatan deklarasi kemarin juga diwarnai penyerahan akta pendirian koperasi Porda, Suelai sebagai bentuk komitmen pada penguatan ekonomi oleh Pemerintah Kota Kupang sekaligus penyerahan sertifikat tanah untuk didirikan Sekretariat Porda.
Penyerahan akte Porda dilakukan Wakil Walikota Kupang, Daniel Hurek ke Pdt. Ayub Ranoh mewakili Porda, sementara sertifikat tanah langsung diterima perwakilan Porda Os Eoh. Terpantau koran ini, kegiatan deklarasi Porda juga dimeriahkan sejumlah paduan suara, salah satunya dari Mahasiswa UKAW Kupang termasuk sejumlah tarian tradisional termasuk tarian foti dan penampilan musik tradisional Sasando
[Timex]
|
|
|
|
|
|
|
| Harga Bahan Pokok |
 |
blue band 2 kg |
: |
Rp 70.000 |
 |
Asam biji |
: |
Rp 1.000 |
 |
Asam bola |
: |
Rp 1.000 |
 |
Ayam kampung |
: |
Rp 50.000 |
 |
Ayam potong |
: |
Rp 25.000 |
 |
Batu batako |
: |
Rp 3.000 |
 |
Bawang merah |
: |
Rp 12.000 |
 |
Bawang putih |
: |
Rp 20.000 |
 |
Bendera bubuk 40 |
: |
Rp 28.000 |
Indeks |
|
|
| Google Search |
|
| Visit Counter |
 |
Online |
: |
16 |
 |
Hari ini |
: |
130 |
 |
Kemarin |
: |
305 |
 |
Bulan ini |
: |
7372 |
 |
Bln Kemarin |
: |
13415 |
 |
Total |
: |
468.077 |
| Statistics |
|
| Yahoo Messenger |
1. Administrator 
2. Humas Protokoler 
3. PDE RN 
|
|
|
|