Landu Leko,– Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan yang merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan nasional sebagai wadah untuk menjaring berbagai usulan kegiatan pembangunan dari tingkat desa dan kelurahan guna mendapatkan kesepakatan bersama antara masyarakat dengan seluruh pelaku pembangunan pada tingkat kecamatan untuk mendapatkan kegiatan prioritas di tahun anggaran 2018.

Forum ini juga mendiskusikan berbagai permasalahan pembangunan yang dihadapi diantaranya adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan, antara kebutuhan pembangunan dan realisasi pembangunan setiap tahun.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas Cornelius Lun saat membuka acara Musrenbang tingkat Kecamatan Landu Leko, selasa ( 21/2/2017 ).

Diakuinya keterbatasan sember pendanaan menjadi kendala sering muncul daftar panjang usulan pembangunan namun belum dapat dilaksanakan sampai dengan hari ini bukan karena karena keengganan pemerintah untuk membiayai. “ Sebagai contoh dari Rp. 854 milyar lebih kebutuhan pembangunan tahun 2017 hanya Rp. 324 milyar lebih atau 38 persen yang dapat dibiayai. Selain keterbatasan dana, sejumlah sumber dana pembangunan seperti dana alokasi khusus ( DAK ) juga harus dilaksanakan sesuai juknis yang membatasi ruang gerak pemerintah daerah,” jelas Jonas Lun

Dikatakan Wabup Lun, Pemerintah Daerah memiliki komitmen untuk memajukan daerah ini mulai dari desa dan kelurahan agar pembangunan yang dilaksanakan dapat langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sehingga kesejahteraannya meningkat.

“ Komitemen ini ditunjukan melalui alokasi APBD Kabupaten Rote Ndao tahun 2017 sebesar Rp. 116,8 milyar untuk desa dan kelurahan. Nanti tahun 2018 kita tingkatkan,” tambahnya.

Dirinya berharap musrenbang pada tingkat kecamatan yang dilaksanakan seetiap tahun harus semakin baik. “ Pelaksanaan musrenbang yang baik dan berkualitas bararti setiap kegiatan harus memiliki kejelasan lokasi, potensi sumber daya yang ada dan jumlah biaya sebagai dampak perencanaan yang baik,” kata Wabup Lun.

Karena itu lanjutnya, diharapkan melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan ini dapat menghasilkan kesepakatan program dan kegiatan yang dilandasi kajian teknis dan skala prioritas sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Petrus J. Pelle dalam pokok pikirannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musrenbang tingkat kecamatan sekaligus berharap usulan atau aspirasi masyarakat dapat diakomodir sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

“ Harapan kami DPRD kepada Pemerintah dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat sebab apa yang disampaikan masyarakat dalam forum ini memiliki tujuan yakni dapat diakomodir dan direalisasikan pada tahun depan,” kata Pelle.

Camat Landu Leko, Yostaf Faah mengatakan tujuan musrenbangcam untuk merumuskan rencana program dan kegiatan pembangunan di kecamatan Landu Leko tahun 2018 serta melakukan pembahsan dan sinkronisasi usulan program dan kegiatan yang dibiayai dari APBD Kabupaten Rote Ndao dan sumber dana lainnya.

“ Hari ini kita musrenbang yang telah didahului dengan pra musrenbang beberapa waktu lalu sehingga sudah banyak hal yang kita diskusikan, disepakati bersama dan sebentar akan ditandatangani oleh beberapa orang yang mewakili peserta musrenbang diantaranya, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kepala desa,” jelas Faah.

Terpantau, kedatangan Wakil Bupati dan rombongan disambut dengan tarian adat di halaman depan kantor camat Landu Leko. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, laporan camat, penyampaian pokok- pokok pikiran pimpinan DPRD, sambutan Bupati dan ramah tamah. ( Umum, Humas dan Protokol Setda Kab. Rote Ndao )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017