Momentum Hari Ulang Tahun Rote Ndao ke-15 di gelar halaman depan Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao di Ne’e Mok desa Sanggoen,kecamatan Lobalain, senin (03/07) pagi.

Dengan mengambil thema melalui Hari Ulang Tahun Rote Ndao ke-15 kita jaga NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 dengan sub thema Dengan Semangat Ita Esa, Kita Ciptakan Persatuan dan Kesatuan di Bumi Rote Ndao” Spirit ini hendak menegaskan kepada kita bahwa untuk menciptakan persatuan dan kesatuan di bumi Rote Ndao maka kita semua anak bangsa yang ada didaerah ini senantiasa menjaga NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dengan semangat Ita Esa, kerja keras dan saling bahu membahu dengan pikiran yang jernih, hati yang bersih dan tindakan yang bijak memberikan yang terbaik bagi kejayaan negeri ini.

Bupati Rote Ndao, hal Drs. Leonard Haning. MM dalam sambutan tertulisnya mengatakan Hari ini hari yang bersejarah dalam catatan perjalanan dan perjuangan terbentuknya kabupaten Rote Ndao, dimana lima belas tahun yang lalu berdasarkan Undang Undang Nomor 9 tahun 2002 tentang Pembentukan kabupaten Rote Ndao di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 2 juli 2002 merupakan tonggak awal berdirinya kabupaten Rote Ndao sebagai daerah otonom.

Tetapi Sebuah pertanyaan kritis yang dapat diajukan pada momen yang bermartabat ini yakni setelah lima belas tahun berotonomi? perubahan apa saja yang telah terjadi dalam konteks pelayanan pemerintahan,pembangunan maupun sosial kemasyarakatan? sehingga kegiatan yang dirayakan ini tidak sekedar seremoni euforia namun sebagai media instropeksi, refleksi serta evaluasi terhadap apa yang telah kita kerjakan dan seberapa besar kontribusi kita berdampak pada perubahan yang telah terjadi.

Menurutnya,Pada awal berdirinya ditahun 2002, kabupaten Rote Ndao terdiri dari 6 kecamatan yaitu kecamatan Rote Timur, Pantai Baru, Rote Tengah,Lobalain, Rote Barat Laut dan Rote Barat Daya yang kemudian berkembang menjadi 8 kecamatan pada tahun 2005 dengan pembentukan kecamatan Rote Barat dan Rote Selatan melalui Peraturan Daerah kabupaten Rote Ndao Nomor 8 dan Nomor 9 tahun 2005,selanjutnya pada tahun 2011 berkembang menjadi 10 kecamatan setelah terbentuknya kecamatan Ndao Nuse melalui Peraturan Daerah kabupaten Rote Ndao Nomor 4 tahun 2011 dan kecamatan Landu Leko melalui Peraturan daerah kabupaten Rote Ndao Nomor 5 Tahun 2011.

Pemerintah bertekad untuk terus meningkatkan kualitas dan aksesibitas pelayanan kepada masyarakat sehingga kedepannya akan dibentuk lagi 3 kecamatan baru dikabupaten Rote Ndao sehingga keseluruhan menjadi 13 kecamatan. Untuk itu, ketua pemerintah telah melakukan upaya melalui penataan wilayah desa melalui pemekaran desa di kabupaten Rote Ndao agar adanya dinamisasi perkembangan desa di kabupaten Rote Ndao yakni dari semula pada tahun 2002 sejumlah 72 desa bertambah menjadi 82 desa pada tahun 2010 dan akhirnya pada tahun ini bertambah menjadi 112 desa dimana 30 desa persiapan telah disetujui menjadi desa definitif,sesuai surat Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur NTT Nomor:146/3360/BPD pada tanggal 7 juni tahun 2017,hal pemberian kode desa di kabupaten Rote Ndao.

“perlu pemerintah sampaikan bahwa usulan pemekaran desa pada tahun 2017 dari sejumlah kabupaten di Indonesia hanya usulan pemekaran desa dari pemerintah kabupaten Rote Ndao yang memenuhi syarat sehingga disetujui menjadi desa defenitif oleh pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan proses pemekaran desa di kabupaten Rote Ndao telah mempedomani seluruh tahapan dan prosedur yang disyaratkan oleh Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa”kata Haning.

Masih menurutnya, Selama lima tahun terakhir berbagai kerja keras kita telah nampak mampu menurunkan angka kemiskinan, dimana pada tahun 2009 sebesar 34,09% menjadi sebesar 29,60% pada tahun 2016. Untuk itu, pemerintah daerah secara terus-menerus memberikan perhatian yang serius dalam upaya mendorong laju percepatan penanggulangan kemiskinan melalui berbagai kebijakan afirmatif.secara umum dapat disampaian capaian kinerja pemerintah kabupaten rote ndao dalam kurun waktu tahun 2009 sebagai berikut :

1. Bidang Ekonomi

a. Pertumbuhan ekonomi kabupaten rote ndao mengalami peningkatan sampai dengan akhir tahun 2016 yaitu sebesar 5,00%.laju inflansi tahun 2016 sebesar 5,74%. Hal ini terjadi akibat rote ndao adalah daerah kepulauan sering terjadi kelangkaan sembako, bbm dan lainlain, akibat cuaca buruk sehingga berdampak pada kenaikan harga 9 bahan pokok. Tahun pada triwulan I inflansi mencapai 0,27%, pemerintah terus berupaya menekan penyebab inflansi melalui pengendalian ketersediaan bbm, memperlancar arus barang dan jasa melalui kehadiran tol laut dan armada kapal laut milik putra daerah sehingga laju inflansi dapat ditekan hingga di bawah 5%.

b. PDRB per kapita sebesar Rp.13.302.039.- pada tahun 2014 meningkat menjadi Rp.15.467.284,- ditahun 2016.

c. Pendapatan daerah pada tahun 2009 sebesar Rp.288.615.523.207,- meningkat menjadi Rp.720.275.502.554,- pada tahun 2017. Belanja publik pada tahun 2009 sebesar 187.968.824.290,- menjadi Rp.324.966.499.448,- pada tahun 2017.

d. Upaya peningkatan ketahanan pangan dari tahun 2009-2015 melalui program lakamola anan sio berupa kegiatan bantuan saprodi pada tahun 2010 sebesar Rp.1.369.100.000,- meningkat pada tahun 2016 sebesar Rp.3.116.850.000,-. Bantuan pupuk pada tahun 2010 sebesar Rp.2.000.000.000,- meningkat pada tahun 2017 sebesar Rp.5.249.307.000,-, pengolahan lahan/pembukaan lahan pada tahun 2010 sebesar Rp.5.090.000.000,- meningkat pada tahun 2016 sebesar Rp.14.524.600.000,-.

e. Penyediaan alat dan mesin pertanian dari tahun 2009-2016 antara lain tractor medium sebanyak 7 unit, hand traktor sebanyak 229 unit, dan mesin pompa air sebanyak 680 unit.

f. Produksi pertanian terutama komoditi padi menempatkan kabupaten rote ndao pada posisi swasembada pangan, dimana pada tahun 2015 produksi padi mencapai 61.171 ton meningkay mencapai 89.731,2 ton pada musim tanam oktober 2016-maret 2017.

g.Jumlah pengadaan ternak dari tahun 2009-2015 untuk sapi sebanyak 760 ekor, domba sebanyak 40 ekor, kambing etawa sebanyak 130 ekor, babi bibit sebanyak 230 ekor, ayam petelur sebanyak 400 ekor. Untuk tahun 2016 pengadaan ternak sapi kepada masyarakat melalui bantuan keuangan sebanyak 390 ekor dan hibah 195 ekor.

h. Jumlah ekspor ternak pada tahun 2009 sebanyak 1.783 ekor, meningkat pada tahun 2016 sebanyak 4.882 ekor terdiri dari sapi 3.105 ekor, kerbau 600 ekor, kuda 200 ekor dan kambing 997 ekor.

i. Produksi rumput laut pada tahun 2010 sebanyak 946 ton kering meningkat menjadi 16.074 ton kering pada tahun 2016.

j. Produksi perikanan laut tahun 2010 sebesar 1,517 ton meningkat menjadi 3.310 ton pada tqhun 2016.

2.  Bidang Sosial Budaya
Sasaran utama dari pembangunan bidang sosial budaya meningkatnya mutu SDM, kesejahteraan sosial masyarakat dan berkembangnya nilai-nilai kebudayaan kabupaten Rote Ndao. Peningkatan mutu SDM dapat di lihat dari indeks pembangunan manusia yang merupakan komposit dari aspek kesejahteraan ekonomi,pendidikan dan kesehatan dimana pada tahun 2015 sebesar 58,32.
a. Pendidikan
– Rata-rata lama sekolah pada tahun 2015 sebesar 6,45 tahun
– Angka melek huruf kabupaten Rote Ndao tahun 2015 sebesar 91,76%
– Pemerintah kabupaten Rote Ndao memberikan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan tidak mampu untuk tahun 2017 sebanyak 497 orang dan ikatan dinas bagi tenaga kesehatan dan pendidikan MIPA 57 orang.
– Angka kelulusan jenjang SD/MI, SMP/MTS,SMPLB dan SMA/SMK mencapai 100 persen pada 4 tahun terakhir.

b. Kesehatan
Upaya pemerintah untuk memperluas akses pelayanan kesehatan menunjukan hasil yang positif yang ditandai dengan terus meningkatnya derajad kesehatan masyarakat dan angka harapan hidup penduduk kabupaten Rote Ndao pada tahun 2009 sebesar 61,79 tahun meningkat menjadi 62,86 tahun pada tahun 2015.

3. Bidang Infrastruktur
– awal tahun 2009 jalan provinsi(hot mix) pemerintah yang terbangun sepanjang 7 km meningkat menjadi 82,64 km pada tahun 2016, kemudian sepanjang 56,70 km meningkat status menjadi jalan strategis nasional dan sisa jalan provinsi menjadi 25,94 km dan panjang jembatan provinsi yang terbangun sampai dengan tahun 2016 sepanjang 70 meter.
– pembangunan jalan kabupaten tahun 2009 sepanjang 68,75 km meningkat menjadi 441,73 km pada tahun 2016. Panjang jembatan yang terbangun pada tahun 2009 sepanjang 32 meter meningkat menjadi 320 meter pada tahun 2016.
– panjang dan kualitas prasarana dan fasilitas perhubungan dalam 5 tahun terakhir terus ditingkatkan antara lain landasan pacu bandara D.C Saudale, pelabuhan Ba”a, Batutua, pemerintah Pantai Baru, Papela dan pelabuhan Ndao.
– pada tahun 2009 rasio elektrifikasi sebesar 27,80 % meningkat pada tahun 2016 sebesar 74,98% rumah tangga telah terlayani listrik, dimana pemerintah daerah begitu fokus untuk menyediakan kebutuhan ini melalui berbagai terobosan yakni PLTS tersebar, PLTS terpusat, PLTMH, sehen, KWH meter, PLTD dan saat ini sementara dibangun PLTMGAS dengan kapasitas 6 MW sehingga diharapkan tahun 2019 seluruh kabupaten Rote Ndao telah berlistrik.
– program pembangunan perumahan pada tahun 2009 telah dibangun sebanyak 120 unit meningkat menjadi 1.742 unit pada tahun 2017.
– jumlah embung tahun 2009 sebanyak 14 buah meningkat menjadi 185 buah pada tahun 2015 sedangkan saluran irigasi yang dibangun pada tahun 2009 sepanjang 4.300 meter meningkat menjadi 23.275,66 meter pada tahun 2016.

Mengakhiri sambutannya beliau menghimbau agar sukses tahun 2016 lalu bukti keseriusan kita memetik hasilnya dengan adanya opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap pengelolaan keuangan dua tahun berturut turut tentunya perlu dipertahankan atau ditingkatkan lagi menjadi lebih baik menuju Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Tahun 2017 merupakan tahun ke tiga pelaksanaan RPJMD menandai sebuah tonggak baru dalam periodesasi RPJMD kabupaten Rote Ndao 2014-2019 yang merupakan periode peningkatan, dimana dalam tahapan RPJMD sebelumnya kita telah berhasil melaksanakan pembangunan dengan mencapai target target yang ditetapkan bersama.
Memasuki fase yang baru ini, tentunya dengan tetap berpedoman pada RPJMD kabupaten Rote Ndao 2005-2025 kita akan fokus pada kebijakan pembangunan yang masih di prioritaskan pada bidang infrastruktur dan diarahkan pada upaya meningkatkan produktifitas daerah dengan menghubungkan simpul simpul produksi menjadi suatu kesatuan, sehingga dapat memudahkan pergerakan barang dan jasa serta mendorong munculnya aktivitas aktivitas ekonomi baru yang berkelanjutan, pemerintah sedangkan ketersediaan infrastruktur dasar berupa air bersih, perumahan layak huni, energi akan terus ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitasnya, pemerintah termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, sanitasi dan ekonomi.

“saya berterima kasih kepada rakyat serta semua pihak yang berpartisipasi dalam pembangunan dan turut dalam perayaan HUT Rote Ndao ini dan bilamana merasa bahwa pembangunan masih belum optimal, saya menyampaikan permohonan maaf atas berbagai keterbatasan pemerintah dan yakinlah bahwa pemerintah secara intensif terus melanjutkan pembangunan untuk mengejar berbagai ketertinggalan demi mencapai kesejahteraan masyarakat yang kita cintai ini” ujar Haning.

Terpisah, Ketua DPRD, Alfred Saudila, A. Md dalam kesempatan ini menyampaikan lembaga DPRD sebagai mitra pemerintah dan sebagai penyelenggara pemerintahan di daerah ini memberikan apresiasi kepada bupati dan jajarannya sebagai penyelenggara pembangunan, pelayanan kemasyarakatan dan lainnya yang telah berhasil membawa Rote Ndao mencapai prestasi yang luar biasa dari tahun ke tahun. Ini terbukti dengan diraihnya opini WDP atas audit laporan keuangan Pemerintah Daerah kabupaten Rote Ndao untuk tiga tahun berturut turut kiranya prestasi ini semakin memotivasi kita untuk terus berjuang bersama sama berupaya meraih prestasi yang lebih tinggi lagi yakni WTP di tahun yang akan datang dan capaian capaian seperti ini adalah kado terindah bagi kabupaten Rote Ndao. (Tim publikasi Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017