Baa.- Frambusia merupakan masalah kesehatan di Indonesia karena merupakan sejenis penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema palidum, yang mana kulit mengalami infeksi akibat bakteri tersebut. Penyakit ini dapat dikategorikan sebagai penyakit menular, karena penularannya sangat cepat hanya dengan kontak langsung antara kulit penderita dengan kulit orang lain. Penyakit ini dapat tumbuh dan berkembang pada daerah tropis, panas dan hujan. Selain itu juga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting pada penyakit ini, karena jika lingkungan sekitar dalam keadaan kotor maka akan dengan mudah penyakit ini tumbuh subur. Maka dari itu kebersihan adalah modal awal dalam menjaga tubuh untuk terbebas dari serangan berbagai penyakit.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Rote Ndao, Drs. Melyanus Mandala mewakili Bupati Rote Ndao membuka kegiatan orientasi pertemuan teknis dan pelatihan singkat dalam rangka pemberian obat pencegahan masal frambusia yang bertempat di restoran Quin, Kamis (02/03/2017).

Dalam sambutannya Melyanus Mandala mengatakan bahwa setiap tahun pemerintah daerah Rote Ndao telah menghabiskan Rp. 3-4 milyar untuk membeli obat-obatan yang disebabkan oleh sanitasi masyarakat yang tidak benar sehingga menimbulkan penyakit yang terus ada di tengah masyarakat.

“berobat-kambuh, berobat-kambuh dan anggaran habis hanya untuk pengadaan obat yang semestinya anggaran Rp. 3-4 milyar bisa disisihkan untuk kegiatan lainnya tetapi lebih banyak digunakan untuk mengatasi penyakit yang sumbernya tidak pernah tuntas penyebabnya, misalnya ada TBC, malaria, frambusia, kaki gajah” kata Mandala

Lebih lanjut Mandala mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah sanitasi tersebut pada tahun anggaran 2017 semua tenaga kontrak daerah kecuali guru dan tenaga kesehatan diturunkan dalam tim satgas grup dengan tugas utama adalah membersihkan kota Baa dengan memperbaiki sanitasi lingkungan yang bernaung dalam Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Rote Ndao.

“jadi tenaga kontrak yang tidak mau turun jadi pasukan kuning dan pegang sapu, silahkan mundur dari tenaga kontrak daerah, karena sekarang semua sudah dibagi berdasarkan luas jalan dan luas wilayahnya masing-masing sehingga kalau wilayahnya tidak bersih akan diberhentikan” tegas Mandala

Saat ini juga banyak pihak telah membantu Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk mengatasi semua persoalan itu termasuk hari ini dari Kementerian Kesehatan datang untuk membantu mengatasi permasalahan kesehatan di Rote Ndao dengan memberikan pelatihan kepada petugas kesehatan di Rote Ndao.

Hadir pada kesempatan itu petugas dari Sub Direktorat Kementerian Kesehatan RI, Camat Pantai Baru dan Camat Rote Barat Daya, para kepala Puskesmas serta petugas kesehatan dari RSUD Baa dan Puskesmas se-Kabupaten Rote Ndao. (diskominforn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017