siaga bencana landu 2Batefalu,– Untuk menyikapi bahaya bencana yang seringkali mengakibatkan kerusakan lingkungan, kerugian harta benda hingga timbulnya korban jiwa maka masyarakat perlu dibekali dengan serangkaian pengetahuan dan ketrampilan yang berhubungan dengan penanggulangan bencana. Salah satu kegiatannya adalah melalui pembentukan kampung siaga bencana ( KSB ).

“ Baris terdepan dalam penanggulangan bencana adalah masyarakat itu sendiri, Oleh karena itu esensi dari program kampung siaga bencana ( KSB ) merupakan pelibatan masyarakat setempat dalam pelaksanaan penanggulangan bencana atau yang biasa dikenal dalam istilah community based disasters management atau penanggulangan bencana berbasis masyrakat,” kata Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, Drs. Jonas M. Selly, MM pada kegiatan pembentukan Kampung Siaga Bencana di Desa Batefalu, Kecamatan Rote Timur, sabtu ( 15/10 /2016 ).

Dikatakan Bupati, pengembangan kapasitas, kemampuan dan kepedulian masyarakat menjadi sangat penting dan strategis dalam penanganan risisko bencana. “Melalui KSB  masyarakat didorong untuk berpartisipasi aktif dalam rangka menekan atau mengurangi risiko maupun dampak dari berbagai jenis bencana yang terjadi,” kata Bupati Leonard Haning.

Permasalahan bencana tambahnya, merupakan permasalahan yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi, dan semua orang tidak dapat mengelak kapan terjadinya, hal ini membuat penanganannya membutuhkan keterlibatan semua pihak. “ Karena itulah langkah proaktif dari elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dalam mengurangi dampak merugikan dari bencana diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memenuhi tugasnya,” harap Bupati.

Diakhir sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu terselenggaranya kegiatan KSB hingga selesai dengan baik. “ Marilah kita bulatkan tekad untuk membangun kesepahaman dan komitmen seluruh stake holder dalam pelaksanaan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana kampung siaga bencana,” tandasnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur, Welhelmus Boni pada kesempatan tersebut mengatakan kegiatan KSB dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya bencana dan risisko bencana. “ Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tapi diperlukan keterlibatan masyarakat untuk menangani dampak dari kejadian bencana. Kami berharap kegiatan ini berdampak positif dalam meningkatkan kemampuan dan semangat kebersamaan masyarakat menangani suatu peristiwa bencana,” kata Welhelmus Boni.

Dijelaskan Welhelmus Boni, kegiatan ini juga untuk menyiapkan kelompok masyarakat yang terlatih yang dibekali  pengetahuan dalam menangani bencana. “ Kelompok ini yang akan membantu masyarakat untuk menekan akibat yang timbul dari bencana secara mandiri pada skala terbatas terutama pada saat pertama kali terjadi bencana sebab mereka ( anggota KSB )  sudah dilatih sehingga mereka sudah memiliki kemampuan yang cukup,”tambahnya.

Untuk diketahui pada kesempatan tersebut diserahkan bantuan uang kepada 6 orang perwakilan penerima program keluarga harapan ( PKH ) dan bantuan tenda pengungsi, tenda regu dan dapur umum lapangan dari Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diterima oleh ketua KSB, Gerson Dafa dengan nilai keseluruhan bantuan sebesar Rp. 74.306.900,-.  Sementara keenam perwakilan penerima bantuan  PKH adalah Sarai Balla, Mery Muli, Elis Malote, Elis Dafa, Aranci Ballad an Yanti Monne. Kegiatan ditutup dengan simulasi penyelamatan korban bencana banjir oleh Tim Kampung Siaga Bencana Desa Batefalu. ( Humas Pemkab Rote Ndao ).

https://www.youtube.com/watch?v=i1LYF-s6QLY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017