Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan PT. Swaragangsing akan menyelenggarakan Lomba Selancar Tingkat Kabupaten Rote Ndao di Pantai Bo’a, Kecamatan Rote Barat, 26-28 Oktober 2017 dengan tema “2017 Rote Open Surf Competition.
Humas penyelenggara Robby Nggadas  didampingi Ketua Pelaksana Lina Manafe, Operasional PT. Swaragangsing Wawan Hermawan dan Pelaku Pariwisata di Pulau RotebVeronika Haning, Selasa (17/10/2017) malam menjelaskan, Lomba Selancar di Pulau terselatan NKRI ini walaupun berskala lokal, namun peserta diharapkan hadir dari Kabupaten, Provinsi lain di Indonesia dan ada pula peserta dari Luar Negeri yang berkunjung di Indonesia terutama di Bali, Sumba, Rote maupun di Pulau Timor Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Target peserta kita sekalipun acara kita bersifat lokal kami panitia berharap ada peserta kompetisi dari lintas Kabupaten-Kota dan Provinsi, kami juga berharap ada peserta Asing yang ada di Indonesia,” ujar Robby Ngadas di Kupang, Selasa (17/10/2017).
Dijelaskan, Lomba Selancar akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti pentas Seni Budaya.
“Jadi target kami adalah selain meningkatkan tingkat kunjungan Wisatawan Lokal, Domestik maupun Manca Negara di Pantai Bo’a dan Nembrala, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga ingin mempertunjukkan nilai-nilai Seni dan Budaya dari Pulau Rote yang memiliki banyak potensi seperti Alat musik Sasando, Ti’i Langga selain keindahan alam pantai yang ada, ” ujar Robby Nggadas.
Aktifis Pariwisata asal Pulau Rote Veronika Haning lebih lanjut menjalankan bahwa, Lomba Selancar yang sudah lasim dilakukan di Pulau Rote oleh Pemerintah Daerah harus lebih dilihat sebagai ajang promosi dan marketingnya pariwisata Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memperkenalkan potensi Wisata, Seni dan Budaya di Pulau Rote ke dunia luas.
“Di Rote kami punya banyak potensi namun kurang diperkenalkan ke Dunia Luar. Karena selain Pantai Nembrala yang sudah terkenal hingga dunia Internasional,  Rote juga ada Pantai-Pantai lain yang belum dikenal luas oleh berbagai kalangan seperti Pantai Bo’a, Batu Termanu yang indah akan akan pantainya,” ungkap Vero Haning.
Melalui Lomba Selancar di Pantai Bo’a semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Pulau terselatan Indonesia.
Ketua Pelaksana Lina Manafe pada kesempatan itu juga menjelaskan bahwa, dalam Lomba Selancar ada beberapa devisi yakni, devisi under 16 Tahun, Devisi Man dengan format 4 Man hit, dan peserta usia tertua maksimal 55 tahun.
Peserta ditargetkan mencapai 100 orang, dan sampai 17 Oktober 2017, peserta yang telah mendaftar sebanyak 60 orang, baik Peselancar Lokal maupun dari luar Kabupaten dan Provinsi di NTT.
Lomba akan dinilai oleh juri profesional seperti Tipi Jabrik dari Association Surfing Championship dan Arya Subiyakto dari Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) dibantu juri lokal dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. (RRI/AT/AKS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017