Visi Kabupaten Rote Ndao :

Adapun Visi Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 – 2024 sebagai berikut :

“Terwujudnya Peningkatan Kualitas Masyarakat Rote Ndao yang BERMARTABAT bertumpu pada Pengembangan Pariwisata yang didukung oleh Pertanian dan Perikanan”.

Bermartabat terdiri dari kata BERtumbuh, MAkmuR, TAat dan BersahaBAT, yang dapat diartikan sebagai harkat atau harga diri, yang menunjukkan eksistensi masyarakat Kabupaten Rote Ndao, namun juga memiliki makna :

 BERTUMBUH :

 Maju: meningkatnya daya saing ekonomi daerah, kapasitas infrastruktur daerah, kualitas sumber daya manusia serta pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan.

 Mandiri: masyarakat yang mampu mencukupi kebutuhannya dengan layak, mampu mengembangkan potensi diri dan menyediakan yang belum ada bagi diri dan daerahnya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehingga ketergantungan daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan semakin berkurang.

 MAKMUR / SEJAHTERA :

 Meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang sehat sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

 Meningkatnya pendapatan dan daya beli masyarakat.

 Pemerataan tingkat pendapatan masyarakat.

 Meningkatnya akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

 Meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia dan indikator pembangunan lainnya.

 Munculnya kekuatan-kekuatan ekonomi rakyat baru yang mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang layak sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

 Terwujudnya tatanan kehidupan aman dan tentram.

 TAAT :

 Religius, damai, harmonis, taat kepada ketentuan peraturan/ perundang-undangan, nasionalis.

 Saling menghargai berbagai perbedaan (suku dan agama) dan status sosial antar sesama warga, toleran dan penuh kegotong-royongan yang di dukung kondisi aman dan tentram.

 BERSAHABAT :

 Ramah, penuh kasih, bersih, elok, tertata rapi, ceria, hijau, indah, aman dan jaya.

 Terbuka yang didukung dengan atmosfir kultural yang tidak melihat perbedaan sebagai asing, musuh dan ancaman.

Misi Kabupaten Rote Ndao :

Perwujudan Visi tersebut ditempuh melalui misi-misi yang mempunyai tujuan akhir peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Dijabarkan kedalam 6 (enam) misi yang dijalankan secara kemitraan dan berkelanjutan meliputi:

1. Mewujudkan Tata Ruang Wilayah ke dalam unit-unit Operasional Yang Tepat Dari Sisi Ekonomi, sosial budaya dan Keamanan Negara. Perencanaan pembangunan Kabupaten Rote Ndao harus selalu mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Rote Ndao 2013 – 2033, sehingga pemanfaatan ruang dapat dikendalikan sesuai kaidah-kaidah tata ruang guna menjaga pembangunan yang berkelanjutan.

2. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas serta Pemerataan Pembangunan Infrastruktur. Kebijakan nasional dalam percepatan pembangunan NTT yang telah meningkatkan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur 25 – 30 % per tahun sejak APBNP Tahun 2011 berimbas juga pada kabupaten ini dengan makin mantapnya jalan Provinsi, meningkatnya sarana prasarana bandar udara, pelabuhan laut dan pelabuhan penyeberangan. Namun sebagai Kabupaten Kepulauan, sangat diperlukan dukungan sarana prasarana infrastruktur yang menghubungkan antar pulau serta didukung moda transportasi darat, laut dan udara yang meningkat jumlah dan kualitasnya. Salah satu faktor kunci dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi geografis adalah aksesibilitas wilayah yang melahirkan ekonomi mudah, murah dan cepat. Koneksivitas wilayah sebagai urat nadi pembangunan ekonomi daerah makin meningkat apabila didukung dengan lancarnya akses masuk dan keluar ke Kabupaten Rote Ndao. Dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan rumah sehat dan layak huni, pelayanan listrik, air bersih dan sanitasi layak serta telekomunikasi sangat dibutuhkan.

3. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing. Untuk mewujudkan masyarakat Rote Ndao yang memiliki daya saing dalam tantangan global dan menjadikan masyarakat yang maju dan mandiri, maka peningkatan kualitas sumberdaya manusia baik aparatur dan masyarakat harus selalu menjadi perhatian utama. Kesejahteraan masyarakat akan tercapai apabila SDM yang ada, memiliki kemampuan dan keterampilan mengelola sumberdaya yang dimiliki sehingga menghasilkan produk-produk yang kompetetif dan berdaya saing di era globalisasi.

4. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pengembangan Pariwisata yang Didukung Oleh Pertanian dan Perikanan. Sebagai kabupaten kepulauan yang terdiri dari 107 Pulau, 8 Pulau diantaranya berpenghuni dan 99 pulau tidak berpenghuni, dan sekitar 50% merupakan Desa/ Kelurahan pesisir yang memiliki sumberdaya pesisir dan laut yang dapat menjadi andalan sumber ekonomi yang besar bagi daerah. Pengelolaan sumberdaya tersebut harus tetap mempertimbangkan aspek ekonomi, aspek ekologis dan kepentingan masyarakat. Potensi terbesar dalam pengelolaan daerah pesisir dan laut adalah pengembangan pariwisata antara lain wisata bahari berupa kegiatan surfing, diving, snorkeling dan wisata budaya yang sangat cocok dan sangat digemari oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Pembangunan pariwisata yang dimaksud mencakup seluruh aspek pembangunan baik tempat wisata maupun lingkungan sumber daya manusia sarana dan prasarana penunjang serta promosi wisata. Untuk mendukung percepatan pembangunan pariwisata daerah maka, orientasi seluruh kebijakan pembangunan yang terkait terutama sektor pertanian, perikanan dan kehutanan direorientasikan pada pengembangan agrowisata, ekowisata dan wanawisata. Beberapa komoditas andalan yang dapat dikembangkan adalah budidaya tanaman pangan, usaha perikanan, sadap dan pengolahan nira lontar, serta beternak. Diversifikasi produk dan turunannya dari komoditi andalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus mampu menjawab kebutuhan pasar luar. Potensi sektor ini apabila dikelola dengan baik diharapkan mampu memberikan daya ungkit dan daya dorong dalam pertumbuhan ekonomi daerah yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, sebagai kabupaten terluar yang berbatasan dengan negara lain sekaligus memiliki kedekatan geografis dengan ibukota propinsi, Kabupaten Rote Ndao memiliki posisi geografis yang sangat strategis. Besarnya potensi ekonomi dan potensi pasar yang dimiliki oleh daerah dan negara tetangga menjadi peluang untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam berbagai sektor terutama perdagangan, pengembangan industri, pengembangan pariwisata dan pembangunan perikanan dan kelautan.

5. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Pembangunan kesehatan difokuskan pada penyediaan layanan publik sesuai dengan standar pelayanan minimal yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat serta peningkatan cakupan layanan kesehatan dan penyuluhan pola hidup sehat, sehingga melahirkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul. Percepatan pengentasan kemiskinan dan penanggulangan masalah pengangguran perlu dipacu dengan penyediaan dan penciptaan lapangan kerja, kemudahan akses permodalan, serta peningkatan keterampilan masyarakat. Dalam rangka penciptaan lapangan kerja, penekanan pada pemberdayaan dan keberpihakan terhadap keluarga dan kelompok marginal berdasarkan prinsip-prinsip adil dan merata sehingga melahirkan pengusaha mikro, kecil, menengah serta pengusaha besar yang kuat dan bermoral yang dapat berkompetisi pada level regional maupun level nasional.

6. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik dan Bersih, Serta Meningkatkan Pelayanan Publik Yang Prima. Upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good government) dan bersih (clean government) serta kualitas kebijakan pelayanan publik yang unggul, mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mampu memfasilitasi operasional dan evaluasi di lapangan maka dibutuhkan aparatur yang profesional. Pengembangan pelayanan publik perlu di dukung dengan sistem informasi terpadu yang menyediakan sistem informasi manajemen yang komprehensif dan terkini untuk kepentingan pengambilan keputusan dan kebijakan publik yang tepat dan dapat diakses oleh masyarakat. Pemerintahan yang baik merupakan cermin dari kualitas hubungan berbagai stakeholders yang ada yaitu pemerintah, dunia swasta dan masyarakat sipil. Kualitas hubungan yang baik tercermin dari adanya partisipasi, transparansi, akuntabilitas, penegakan supremasi hukum dan adanya check and balanced di antara ketiganya dalam pembuatan kebijakan publik dan pengelolaan organisasi publik. Sinergi ini akan melahirkan pelayanan publik yang prima dan menempatkan penerima pelayanan publik bukan sekedar sebagai konsumen tetapi sebagai warga negara yang memiliki berbagai hak dan kewajiban yang telah diatur dengan konstitusi. Fokusnya adalah pada terwujudnya anggaran publik yang berpihak pada pengentasan kemiskinan, pengembalian peran pemerintah sebagai pelayan publik yang efektif dan efisien bagi masyarakat dan terwujudnya hukum yang berbudaya, berkemanusiaan, adil dan tidak diskriminatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017